Senin, 22 Januari 2024

X8 - Tenaga Pembentuk Bumi



Nama                            : Dewi Ratna Fahmi Arifin, S.Pd.
Mata Pelajaran             : Geografi
Kelas                            : X8
Pertemuan                    : 2
CP                                : Dinamika Litosfer
Tujuan Pembelajaran   : Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu
                                      1. Menjelaskan batuan dan tanah
                                      2. Menjelaskan tenaga pembentuk bumi
Materi                          : Tenaga Pembentuk Bumi
Strategi                        :  Guru memberikan stimulus dengan menampilkan materi tentang Tenaga Pembentuk Muka Bumi

                            ✔ Setelah siswa menyimak gambar yang diberikan, guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk 

                                menarik perhatian dan keaktifan siswa

                           ✔ Guru memperhatikan semua keaktifan siswa, untuk peserta didik berkebutuhan 

                                khusus disesuaikan dengan jenis kekurangannya dan level pertanyaan disesuaikan 

                                pula untuk melatih kemandirian dan bernalar kritis

Metode                         : Discovey Learing
Pengembangan materi :

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Hai anak-anak solih soliha Ibu
Bagaimana kabarnya?
Semoga kalian senantiasa sehat dan bahagia ya nak😊
Hari ini kita akan belajar "Tenaga Pembentuk Bumi" selamat belajar nak

Tenaga yang berperan dalam membentuk dan mengubah muka bumi disebut dengan tenaga endogen dan eksogen

TENAGA ENDOGEN
Tenaga endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen terdiri dari seisme atau gempa, tektonisme dan juga vulkanisme



a. Seisme (Gempa bumi)

Seisme yang sering disebut dengan gempa bumi atau getaran seismik adalah getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh kekuatan dari dalam (endogen) yang umumnya disebabkan karena  gerakan lempeng. Semakin besar energi dilepaskan, semakin kuat gempa yang ditimbulkan. Pusat gempa di dalam bumi disebut hiposentrum. Berawal dari hiposentrum, getaran gempa diteruskan ke segala arah. Letak hiposentrum ada yang sangat dalam dan ada yang dangkal. Pusat gempa pada permukaan bumi diatas hiposentrum disebut episentrum. Kerusakan terbesar yang diakibatkan oleh gempa terdapat di sekitar daerah episentrum. 

Gempa bumi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gempa vulkanik, gempa runtuhan dan gempa tektonik.


Jenis gempa bumi berdasarkan Hiposentrum. Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi dibagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut:
1. Gempa Bumi Dalam 
Gempa ini memiliki kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km. Letak hiposentrum yang dalam mengakibatkan gempa ini tidak begitu mengguncang permukaan bumi. Contohnya adalah gempa yang pernah terjadi di bwah Laut Jawa, Laut Flores, dan Laut Sulawesi.
2. Gempa Bumi Menengah 
Gempa ini memiliki kedalaman hiposentrum antara 100-300 km. Contoh gempa ini pernah terjadi di selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Teluk Tomini. Gempa bumi ini biasanya menyebabkan kerusakan ringan.
3. Gempa Bumi Dangkal 
Gempa ini memiliki kedalaman hiposentrum kurang dari 100 km. Gempa bumi ini berbahaya sebab dapat menimbulkan kerusakan besar, seperti yang terjadi di Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah pada bulan Mei tahun 2006

Jenis gempa bumi berdasarkan Gelombang Seismik. Proses perambatan gelombang gempa bumi terjadi melalui tiga macam gelombang, yaitu sebagai berikut:
1. Gelombang Longitudinal
Yaitu gelombang yang merambat dari sumber gempa ke segala arah, dengan kecepatan 7-14 km per detik. Gelombang inilah yang pertama dicatat oleh seismograf dan yang pertama kali dirasakan orang di daerah gempa, sehingga dinamakan gelombang primer.
2. Gelombang Transversal
Yaitu gelombang yang sejalan dengan gelombang primer dengan kecepatan 4-7 km per detik, dinamakan juga gelombang sekunder.
3. Gelombang Panjang atau gelombang permukaan,
Yaitu gelombang gempa yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan 3,5-3,9 km per detik. Gelombang inilah yang paling banyak menimbulkan kerusakan.

Pengukuran Gempa Bumi
Kajian seismologi diperlukan berbagai alat. Salah satu alat yang terpenting adalah seismograf atau alat pencatat gempa. Terdapat dua macam seismograf yaitu sebagai berikut:


1. Seismograf horizontal adalah seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah horizontal.
2. Seismograf vertikal adalah seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah vertikal.


b. Tektonisme
Tektonisme adalah proses gerakan dengan arah vertikal maupun horizontal yang disebabkan oleh tenaga endogen pada kerak bumi menimbulkan lekukan, lipatan, retakan, dan patahan sehingga berbentuk tinggi, rendah, atau relief pada permukaan bumi. Tektonisme dibedakan menjadi dua yaitu gerak epirogenesa dan orogenesa.


Epirogenesa 
Gerak epirogenetik (gerak pembentuk kontinen atau benua) adalah gerakan turun naiknya lapisan kulit bumi dalam waktu lambat dan meliputi daerah yang luas. Gerak ini terbagi atas dua macam, yaitu sebagai berikut:


1. Epirogenetik positif adalah gerak penurunan suatu daratan sehingga permukaan air laut naik. Misalnya, turunnya Kepulauan Maluku Barat Daya sampai ke Pulau Banda dan Pantai Skandinavia. Selain itu, turunnya lembah Sungai Hudson di Amerika Serikat yang dapat dilihat dengan jarak yang jauhnya kurang lebih 1.700 meter dan turunnya lembah Sungai Kongo sampai 2.000 meter di bawah permukaan laut.

2. Epirogenetik negatif adalah gerak naiknya suatu daratan sehingga permukaan air laut turun. Misalnya, naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton, naiknya dataran tinggi Colorado di Amerika, dan naiknya Pulau Simeulue bagian utara saat gempa di Aceh pada bulan Desember 2004

Orogenesa
Gerak orogenesa adalah gerak tersebut terjadi karena tekanan baik secara horizontal maupun vertikal akibatnya terjadi perubahan kedudukan pada lapisan batuan dalam bentuk lipatan (folding), dan patahan (faulting).

Lipatan


Patahan
c. Vulkanisme
Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi. Intrusi magma adalah proses penerobosan magma melalui rekahan-rekahan (retakan) dan celah pada lapisan batuan pembentuk litosfer, tetapi tidak sampai ke permukaan bumi. Intrusi magma bisa mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk tonjolan berupa pegunungan. Secara rinci, adanya intrusi magma (atau disebut plutonisme) menghasilkan bermacam-macam bentuk, yaitu: 



Batolit
Batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat. Intrusi ini sebenarnya adalah dapur magma yang membeku.

Lakolit
Magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung, sementara permukaan atasnya tetap rata.

Sill
Sisipan magma yang membeku diantara dua lapisan litosfer, relatif tipis, melebar, dan sejajar dengan bidang perlapisan.  

Korok/Gang/Dike
Batuan hasil intrusi magma memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.  

Apofisis/Aphophyse
Semacam cabang dari intrusi gang yang bercabang-cabang banyak (seperti menjari).

Diaterma
Batuan yang mengisi pipa letusan, berbentuk silinder, mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi  

Stock
Intrusi batuan beku yang tersingkap di permukaan sebesar kurang dari 100 kilometer persegi

Xenolite
Sebuah batuan yang berbentuk sebagai sebuah bagian dari batuan lain. Terbentuk di dapur magma gunung api.


Sumber Erupsi Gunung Api

Gunung api diklasifikasikan ke dalam beberapa sumber erupsi, yaitu
- erupsi pusat, erupsi keluar melalui kawah utama
- erupsi samping, erupsi keluar dari lereng tubuh gunungapi
- erupsi celah, erupsi yang muncul melalui retakan/sesar yang memanjang hingga beberapa kilometer
- erupsi eksentris, erupsi samping tetapi magma yang keluar bukan dari kepundan pusat yang menyimpang ke samping melainkan langsung dari dapur magma melalui kepundan tersendiri


Material Hasil Aktivitas Vulkanis
Material padat (efflata)
- Bom (batu-batu besar).
- Terak (batu-batu yang tidak beraturan dan lebih kecil dari bom).
- Lapili, berupa kerikil.
- Pasir
- Debu
- Batu apung  

Material cair
- Lava, yaitu magma yang meleleh di luar pada lereng gunung api.
- Lahar panas, yaitu campuran magma dan air, sehingga merupakan lumpur panas yang mengalir.
- Lahar dingin, terbentuk dari efflata porus atau bahan padat di puncak gunung menjadi lumpur ketika turun hujan lebat dan mengalir pada lereng serta lembah.

Material gas
- Solfatar, berbentuk gas belerang (H2S).
- Fumarol, berbentuk uap air (H2O).
- Mofet, berbentuk gas asam arang (CO2). Gas ini berbahaya bagi kehidupan karena bersifat racun. Selain itu, sifatnya yang lebih berat dari oksigen menyebabkan gas ini lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga mudah dihirup oleh makhluk hidup.  

KESIMPULAN
Tenaga pembentuk muka bumi terbagi menjadi dua yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen terdiri dari:
1. Seisme
2. Vulkanisme
3. Tektonisme 

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
Kerak terdiri atas kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra berada di bawah kerak benua karena?

Pembahasan:
Lempeng bumi (litosfer) memiliki dua bagian, yaitu:
Lempeng benua: merupakan kulit bumi yang menjadi dasar dari daratan. Lapisan ini tersusun atas material silisium dan aluminium (SiAl). Karakteristik lempeng benua ialah memiliki lapisan yang lebih tebal dari lempeng samudera namun dengan berat jenis yang lebih rendah.
Lempeng samudera: merupakan kulit bumi yang menjadi dasar dari lautan. Lapisan ini tersusun atas material silisum dan magnesium (SiMa). Karakteristik lempeng samudera ialah memiliki lapisan yang lebih tipis dari lempeng benua namun dengan berat jenis yang lebih tinggi. Itulah sebabnya lempeng samudera akan menghujan lempeng benua ketika keduanya mengalami pergerakan saling mendekat (konvergen).
Jadi kerak samudra berada dibawah kerak benua karena berat jenisnya lebih besar.

LATIHAN SOAL
Magma keluar ke permukaan Bumi akibat erupsi gunung api akan membentuk batuan. Bentuk fisik awal batuan berupa batuan beku. Batuan ini terbentuk melalui proses ….
(A) peleburan
(B) pelapukan
(C) pendinginan
(D) pengangkutan
(E) pengendapan

X8 - Karakteristik Litosfer

 


Nama                            : Dewi Ratna Fahmi Arifin, S.Pd.
Mata Pelajaran             : Geografi
Kelas                            : X8
Pertemuan                    : 2
CP                                : Dinamika Litosfer
Tujuan Pembelajaran   : Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu
                                      1. Menjelaskan batuan dan tanah
                                      2. Menjelaskan tenaga pembentuk bumi
Materi                          : Karakteristik Litosfer
Strategi                        :  Guru memberikan stimulus dengan menampilkan materi tentang batuan

                            ✔ Setelah siswa menyimak gambar yang diberikan, guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk 

                                menarik perhatian dan keaktifan siswa

                           ✔ Guru memperhatikan semua keaktifan siswa, untuk peserta didik berkebutuhan 

                                khusus disesuaikan dengan jenis kekurangannya dan level pertanyaan disesuaikan 

                                pula untuk melatih kemandirian dan bernalar kritis

Metode                         : Discovey Learing
Pengembangan materi :

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Hai anak-anak solih soliha Ibu
Bagaimana kabarnya?
Semoga kalian senantiasa sehat dan bahagia ya nak😊
Hari ini kita akan belajar "Karakteristik Litosfer" selamat belajar nak









Secara umum, bumi dibagi menjadi 3 lapisan utama yaitu:

1. Kerak Bumi (Crust)
Kerak bumi adalah lapisan bumi paling luar, paling dingin dan keras dari bagian-bagian bumi lainnya. Lapisan ini memiliki ketebalan berkisar 5- 70 km (± 3-44 mil). Kerak bumi termasuk bagian paling tipis, bahkan hanya 1% dari keseluruhan volume bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian, yakni kerak samudera (oceanic crust) dan kerak benua (continental crust).



Kerak Benua (Continental Crust)
Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar 35-70 km, kerak benua yang terdiri dari batuan kristalin dan sedimen granitik yang kaya akan Si (silika) dan Al (alumunium).  Lapisan sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas unsur silikon dan alumunium, termasuk senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Lapisan ini, antara lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit dan jenis-jenis batuan metamorf. Lapisan sial memiliki kepadatan lebih rendah dan kaku.

Kerak Samudera (Ocenaic Crust)
Kerak samudra yang hanya 5-7 km, Walaupun kerak samudra lebih tipis, densitasnya lebih tinggi karena terdiri dari batuan berkomposisi basaltik yang kaya akan Si (silika) dan Mg (magnesium). Lapisan sima, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas unsur-unsur silikon dan magnesium dalambentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan-lapisan sial karena mengandung mineral feromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima kepadatan lebih tinggi dari pada sial dan bersifat elastis.


2. Mantel Bumi/ Perantara (Mantle)
Lapisan mantel terdiri dari astenosfer dan mesosfer. Astenosfer sendiri memiliki ketebalan 700 Km Lapisan ini merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar dan Mesosfer memiliki ketebalan 2900 Km. Lapisan mantel didominasi oleh material silika.



3. Inti Bumi/ Barisfer (Core)
Barisfer yaitu lapisan inti bumi dan merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nikel dan besi. Lapisan ini dibedakan menjadi dua, yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core).

Inti Luar (Outer Core)
Inti bumi yang berada di bagian luar (outer core), diduga berwujud cair sebab lapisan ini tidak dapat dilalui oleh gelombang sekunder.

Inti Dalam (Inner Core)
Inti dalam adalah inti bumi yang berada dilapisan dalam (inner core) diduga berwujud padat, tersusun dari materi berupa besi atau besi dan nikel (nife).

KESIMPULAN
Litosfer terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Kerak Bumi
    - Kerak Benua
    - Kerak Samudera
2. Mantel Bumi
3. Inti Bumi
    - Inner Core
    - Outer Core

SOAL DAN PEMBAHASAN
Kerak Benua terdiri atas dua lapisan yaitu ….
(A) lapisan sial dan lapisan barisfer
(B) lapisan sial dan lapisan pengantara
(C) lapisan sima dan lapisan barisfer
(D) lapisan sima dan lapisan sial
(E) lapisan barisfer dan lapisan sial

Pembahasan
Lapisan kulit bumi terdiri dari kerak benua yang tersusun dari Silisium Aluminium (SiAl) dan kerak benua yang tersusun dari Silisium Magnesium (SiMa).

LATIHAN SOAL
Silahkan gambar kenampakan dari lapisan litosfer beserta bagian-bagiannya


Kamis, 18 Januari 2024

XII S1 S2 - Penginderaan Jauh

 



Nama : Dewi Ratna Fahmi Arifin, S.Pd.

Mata Pelajaran : Geografi

Kelas : XII S1 S2

Pertemuan : 2

CP : Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis 

Tujuan Pembelajaran : Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu memahami pengetahuan terkait penginderaan jauh.

Materi : Penginderaan Jauh

Strategi : ✔ Guru memberikan stimulus dengan menampilkan materi tentang penginderaan jauh

                           ✔ Setelah siswa menyimak gambar yang diberikan, guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk menarik perhatian dan keaktifan siswa

                           ✔ Guru memperhatikan semua keaktifan siswa, jika Untuk peserta didik berkebutuhan khusus disesuaikan dengan jenis kekurangannya dan level pertanyaan disesuaikan pula untuk melatih kemandirian dan bernalar kritis


Metode : Discovey Learing

Pengembangan materi :


Anak-anak soleh solehah silahkan perhatikan materi berikut ini😊











Kesimpulan

Penginderaan jauh adalah teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi. 

Komponen dalam indraja terdiri dari tenaga, atmosfer, objek, sensor, wahana, perolehan data, dan pengguna data.

Posisi kamera dalam menangkap objek terdiri dari dua yaitu citra foto tegak dan citra foto condong. 

Jenis kamera yang digunakan dalam indraja terdiri dari dua yaitu citra foto tunggal dan citra foto jamak.

Warna pada citra terbagi menjadi dua yaitu true colour dan false colour.


Contoh Soal dan Pembahasan

Dalam indraja, alat yang digunakan untuk merekam suatu objek di permukaan bumi dinamakan?

Pembahasan:

Sensor merupakan alat yang digunakan untuk merekam data yang ada di permukaan bumi dalam penginderaan jauh. Sensor merupakan alat perekam gelombang elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan oleh obyek di permukaan bumi.


Latihan Soal

Tuliskan keunggulan data yang diperoleh melalui ind

raja adalah?

















Selasa, 16 Januari 2024

X9 - Dinamika Litosfer

                          


Nama                            : Dewi Ratna Fahmi Arifin, S.Pd.
Mata Pelajaran             : Geografi
Kelas                            : X8
Pertemuan                    : 1
CP                                : Dinamika Litosfer
Tujuan Pembelajaran   : Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu
                                      1. Menjelaskan batuan dan tanah
                                      2. Menjelaskan tenaga pembentuk bumi
Materi                          : Pengertian Litosfer dan jenis batuan
Strategi                        :  Guru memberikan stimulus dengan menampilkan materi tentang batuan

                            ✔ Setelah siswa menyimak gambar yang diberikan, guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk 

                                menarik perhatian dan keaktifan siswa

                           ✔ Guru memperhatikan semua keaktifan siswa, untuk peserta didik berkebutuhan 

                                khusus disesuaikan dengan jenis kekurangannya dan level pertanyaan disesuaikan 

                                pula untuk melatih kemandirian dan bernalar kritis

Metode                         : Discovey Learing
Pengembangan materi :




Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Hai anak-anak solih soliha Ibu
Bagaimana kabarnya?
Bagaimana cerita liburanya?

Hari ini, hari pertama kita bertemu di semester baru yaitu semester 2
Semoga semangat kalian untuk belajar juga tetap selalu baru dan semakin bersemangat😊

Pada pertemuan ini kita akan belajar mengenai materi "Dinamika Litosfer", sebelum itu silahkan simak video berikut ini yaa




Pengertian Litosfer
Secara etimologi, litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sphere (sphaira) yang berarti bulatan. Oleh karena itu, litosfer artinya adalah lapisan batuan yang membentuk kulit bumi. Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas setebal 66 km yang terdiri dari batuan. Oleh karena itu, litosfer sering diartikan sebagai pembentuk muka bumi yang terdiri dari batuan dan mineral. Batuan penyusun litosfer adalah batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Induk dari segala batuan ini adalah magma. 

Fungsi Litosfer
Litosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. Litosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia, hewan dan tanaman. Manusia melakukan aktifitas di atas litosfer. Selanjutnya litosfer bagian bawah mengandung bahan-bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan-bahan mineral atau tambang yang berasal dari litosfer bagian bawah diantaranya minyak bumi dan gas, emas, batu bara, besi, nikel dan timah. Berikut ini beberapa fungsi lain dari litosfer:
  • Berfungsi untuk tempat makhluk hidup menjalani kehidupannya
  • Batuan penyusun litosfer tersebut bisa dimanfaatkan dalam berbagai semua bidang (paling banyak bidang industri)
  • Penyusunnya juga dapat dimanfaatkan yaitu berfungsi sebagai sumber energi serta juga pemenuhan kebutuhan manusia lain.
  • Mineral penyusun litosfer ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal seperti misalnya bahan bangunan, peralatan rumah tangga, industri elektronika, perhiasan, dan lain sebagainya.
Macam-macam Batuan Penyusun Litosfer



1. Batuan Beku
Jenis batuan pertama yang membentuk litosfer adalah batuan beku. Tahukah kamu, batuan beku ini terbentuk dari magma pijar yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan. Ternyata, batuan beku terbagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu Batuan Tubir, Batuan Leleran, dan Batuan Korok.

a. Batuan Tubir

Squad, batuan tubir disebut juga sebagai batuan kristal, lho. Batuan tubir ini disebut demikian karena terdiri dari kristal-kristal dan proses pembentukannya terjadi di dalam kulit bumi. Batuan tubir memiliki bongkahan kristal yang berukuran besar sebagai akibat dari proses pendinginan yang berjalan lambat. Salah satu contoh batuan tubir adalah batu granit.

b. Batuan Leleran

Squad, ternyata batuan leleran memiliki nama lain, lho! Nama lain dari batuan leleran adalah batuan beku luar. Kenapa disebut sebagai batuan beku luar, ya? Batuan ini disebut sebagai batuan beku luar karena proses pembekuannya terjadi di bagian luar kulit bumi. Oleh karena itu, penurunan temperaturnya juga terjadi sangat cepat. Batuan leleran dapat berbentuk kristal kecil, kristal besar, maupun bahan amorf, contohnya liparit. Salah satu contoh batuan leleran adalah batu apung

c. Batuan Korok

Squad, batuan korok disebut juga sebagai batuan gang, lho! Sesuai namanya, jenis batuan yang satu ini terbentuk di korok atau gang. Karena lokasinya yang dekat dengan permukaan, proses pendinginan batuan tersebut juga berlangsung lebih cepat. Oh iya, batuan korok dapat berupa kristal kecil dan kristal besar, lho. Salah satu contoh batuan korok adalah granit fosfir


2. Batuan Sedimen
Squad, jenis batuan selanjutnya adalah batuan sedimen. Tahukah kamu, kenapa disebut dengan batuan sedimen? Batuan sedimen terbentuk dari endapan dari struktur batuan yang mudah lepas dan terbawa air, angin, dan es. Lama kelamaan, endapan tersebut akan menumpuk dan kemudian mengeras, kemudian terbentuk menjadi batuan. Oleh karena itu, nama batuannya adalah batuan sedimen, Squad! Oh iya, proses pengerasan batuan ini disebut dengan pembaruan, ya.

a. Batuan Sedimen Kontinental adalah batuan sedimen yang proses pengendapannya terjadi di laut, contohnya terjadi di tanah los dan tanah gurun pasir.

b. Batuan Sedimen Marine. Sesuai dengan namanya, proses pengendapan batuan sedimen marine terjadi di laut, seperti di endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.

c. Batuan Sedimen Lakustre, adalah batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau, misalnya, tuf danau dan tanah liat danau.

3. Batuan Metamorf
batuan metamorf adalah batuan hasil perubahan dari batuan beku dan batuan endapan yang terjadi akibat proses metamorfosis. Apa saja ya, yang menyebabkan batuan tersebut bisa berubah? 
- Suhu tinggi
- Tekanan tinggi
- Kombinasi suhu dan tekanan tinggi
- Penambahan bahan lain
KESIMPULAN
1. Litosfer adalah lapisan terluar dari kulit bumi yang terdiri dari batuan.
2. Batuan pembentuk litosfer terdiri dari 3 yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.  
3. Perbedaan batuan pembentuk litosfer dibedakan dari tempat terbentuknya.

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
Pembentukan batuan metamorf dipengaruhi oleh faktor?

Pembahasan
Batuan metamorf merupakan batuan hasil malihan dari batuan yang telah ada sebelumnya yang ditunjukkan dengan adanya perubahan komposisi mineral, tekstur dan struktur batuan yang terjadi pada fase padat (solid rate) akibat adanya perubahan temperatur, tekanan dan kondisi kimia di kerak bumi. Batuan metamorf terjadi karena adanya perubahan yang disebabkan oleh proses metamorfosa. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya metamorfosa adalah perubahan temperatur, tekanan dan adanya aktifitas kimia fluida atau gas.

LATIHAN SOAL
Sebutkan batuan yang sering kalian temui disekitarmu!

Senin, 15 Januari 2024

X8 - Dinamika Litosfer

 


Nama                            : Dewi Ratna Fahmi Arifin, S.Pd.
Mata Pelajaran             : Geografi
Kelas                            : X8
Pertemuan                    : 1
CP                                : Dinamika Litosfer
Tujuan Pembelajaran   : Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu
                                      1. Menjelaskan batuan dan tanah
                                      2. Menjelaskan tenaga pembentuk bumi
Materi                          : Pengertian Litosfer dan jenis batuan
Strategi                        :  Guru memberikan stimulus dengan menampilkan materi tentang batuan

                            ✔ Setelah siswa menyimak gambar yang diberikan, guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk 

                                menarik perhatian dan keaktifan siswa

                           ✔ Guru memperhatikan semua keaktifan siswa, untuk peserta didik berkebutuhan 

                                khusus disesuaikan dengan jenis kekurangannya dan level pertanyaan disesuaikan 

                                pula untuk melatih kemandirian dan bernalar kritis

Metode                         : Discovey Learing
Pengembangan materi :




Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Hai anak-anak solih soliha Ibu
Bagaimana kabarnya?
Bagaimana cerita liburanya?

Hari ini, hari pertama kita bertemu di semester baru yaitu semester 2
Semoga semangat kalian untuk belajar juga tetap selalu baru dan semakin bersemangat😊

Pada pertemuan ini kita akan belajar mengenai materi "Dinamika Litosfer", sebelum itu silahkan simak video berikut ini yaa




Pengertian Litosfer
Secara etimologi, litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sphere (sphaira) yang berarti bulatan. Oleh karena itu, litosfer artinya adalah lapisan batuan yang membentuk kulit bumi. Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas setebal 66 km yang terdiri dari batuan. Oleh karena itu, litosfer sering diartikan sebagai pembentuk muka bumi yang terdiri dari batuan dan mineral. Batuan penyusun litosfer adalah batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Induk dari segala batuan ini adalah magma. 

Fungsi Litosfer
Litosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. Litosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia, hewan dan tanaman. Manusia melakukan aktifitas di atas litosfer. Selanjutnya litosfer bagian bawah mengandung bahan-bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan-bahan mineral atau tambang yang berasal dari litosfer bagian bawah diantaranya minyak bumi dan gas, emas, batu bara, besi, nikel dan timah. Berikut ini beberapa fungsi lain dari litosfer:
  • Berfungsi untuk tempat makhluk hidup menjalani kehidupannya
  • Batuan penyusun litosfer tersebut bisa dimanfaatkan dalam berbagai semua bidang (paling banyak bidang industri)
  • Penyusunnya juga dapat dimanfaatkan yaitu berfungsi sebagai sumber energi serta juga pemenuhan kebutuhan manusia lain.
  • Mineral penyusun litosfer ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal seperti misalnya bahan bangunan, peralatan rumah tangga, industri elektronika, perhiasan, dan lain sebagainya.
Macam-macam Batuan Penyusun Litosfer



1. Batuan Beku
Jenis batuan pertama yang membentuk litosfer adalah batuan beku. Tahukah kamu, batuan beku ini terbentuk dari magma pijar yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan. Ternyata, batuan beku terbagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu Batuan Tubir, Batuan Leleran, dan Batuan Korok.

a. Batuan Tubir

Squad, batuan tubir disebut juga sebagai batuan kristal, lho. Batuan tubir ini disebut demikian karena terdiri dari kristal-kristal dan proses pembentukannya terjadi di dalam kulit bumi. Batuan tubir memiliki bongkahan kristal yang berukuran besar sebagai akibat dari proses pendinginan yang berjalan lambat. Salah satu contoh batuan tubir adalah batu granit.

b. Batuan Leleran

Squad, ternyata batuan leleran memiliki nama lain, lho! Nama lain dari batuan leleran adalah batuan beku luar. Kenapa disebut sebagai batuan beku luar, ya? Batuan ini disebut sebagai batuan beku luar karena proses pembekuannya terjadi di bagian luar kulit bumi. Oleh karena itu, penurunan temperaturnya juga terjadi sangat cepat. Batuan leleran dapat berbentuk kristal kecil, kristal besar, maupun bahan amorf, contohnya liparit. Salah satu contoh batuan leleran adalah batu apung

c. Batuan Korok

Squad, batuan korok disebut juga sebagai batuan gang, lho! Sesuai namanya, jenis batuan yang satu ini terbentuk di korok atau gang. Karena lokasinya yang dekat dengan permukaan, proses pendinginan batuan tersebut juga berlangsung lebih cepat. Oh iya, batuan korok dapat berupa kristal kecil dan kristal besar, lho. Salah satu contoh batuan korok adalah granit fosfir


2. Batuan Sedimen
Squad, jenis batuan selanjutnya adalah batuan sedimen. Tahukah kamu, kenapa disebut dengan batuan sedimen? Batuan sedimen terbentuk dari endapan dari struktur batuan yang mudah lepas dan terbawa air, angin, dan es. Lama kelamaan, endapan tersebut akan menumpuk dan kemudian mengeras, kemudian terbentuk menjadi batuan. Oleh karena itu, nama batuannya adalah batuan sedimen, Squad! Oh iya, proses pengerasan batuan ini disebut dengan pembaruan, ya.

a. Batuan Sedimen Kontinental adalah batuan sedimen yang proses pengendapannya terjadi di laut, contohnya terjadi di tanah los dan tanah gurun pasir.

b. Batuan Sedimen Marine. Sesuai dengan namanya, proses pengendapan batuan sedimen marine terjadi di laut, seperti di endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.

c. Batuan Sedimen Lakustre, adalah batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau, misalnya, tuf danau dan tanah liat danau.

3. Batuan Metamorf
batuan metamorf adalah batuan hasil perubahan dari batuan beku dan batuan endapan yang terjadi akibat proses metamorfosis. Apa saja ya, yang menyebabkan batuan tersebut bisa berubah? 
- Suhu tinggi
- Tekanan tinggi
- Kombinasi suhu dan tekanan tinggi
- Penambahan bahan lain
KESIMPULAN
1. Litosfer adalah lapisan terluar dari kulit bumi yang terdiri dari batuan.
2. Batuan pembentuk litosfer terdiri dari 3 yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.  
3. Perbedaan batuan pembentuk litosfer dibedakan dari tempat terbentuknya.

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
Pembentukan batuan metamorf dipengaruhi oleh faktor?

Pembahasan
Batuan metamorf merupakan batuan hasil malihan dari batuan yang telah ada sebelumnya yang ditunjukkan dengan adanya perubahan komposisi mineral, tekstur dan struktur batuan yang terjadi pada fase padat (solid rate) akibat adanya perubahan temperatur, tekanan dan kondisi kimia di kerak bumi. Batuan metamorf terjadi karena adanya perubahan yang disebabkan oleh proses metamorfosa. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya metamorfosa adalah perubahan temperatur, tekanan dan adanya aktifitas kimia fluida atau gas.

LATIHAN SOAL
Sebutkan batuan yang sering kalian temui disekitarmu!

Teori Pembentukan Wilayah (XII.S 2)

                                  1. Identitas  - Nama Guru         : Dewi Ratna Fahmi Arifin, S.Pd. - Mapel Diampu     : Geografi - Hari/Ta...